
Ekonomi Indonesia sekarang sudah memasuki babak baru. Berbagai hal bermunculan, mulai dari yang berdampak menyengsarakan, maupun yang membahagiakan rakyat. Contohnya adalah Penurunan kurs rupiah terhadap dolar saat ini, yang dampaknya cukup besar terhadap perkembangan pengimporan dan pengeksporan negara Indonesia. Tetapi, saat 2010 yang lalu, Indonesia juga mengalami inflasi besar-besaran. Inflasi Indonesia bahkan mencapai angka 6,96 persen.
Pemerintah dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid duanya berupaya dengan sekuat tenaga untuk memajukan perekonomian Indonesia. Saat presiden memilih para mentri-mentrinya, khususnya dalam bidang ekonomi, para menteri langsung membuat berbagai aturan. Walaupun terdapat para menteri yang mendapatkan rapot merah, presiden masih cukup berbangga hati atas prestasi yang diperoleh Indonesia dalam bidang ekonomi.
Baru-baru ini Bank Dunia mengeluarkan peringkat terbaru mengenai Pendapatan Domestik Bruto negara-negara dunia. Peringkat-peringkat atas masih tetap di miliki oleh negara-negara industri dunia seperti Amerika Serikat (14.119 miliar us$), Jepang (5.069 miliar us$) China (4.985 miliar us$), Jerman (3.330 miliar us$), Prancis (2.649 miliar us$), dan Inggris (2,174 miliar us$). Tetapi, dalam ranking PDB tersebut terdapat satu hal yang sangat membanggakan. Pada peringkat PDB tersebut, Negara Indonesia menempati posisi ke-18 (540,3 miliar us$) pada total pemasukan Negara yang terjadi di tahun 2010 lalu. Indonesia bahkan dapat mengalahkan Swiss (491,9 miliar us$) dan Belgia (471,2 miliar US$).
Selain itu, Indonesia berhasil menggapai prestasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Di saat negara-negara yang lain sedang mendapatkan berbagai macam problem dalam perkembangan ekonominya, Indonesia dengan sangat luar biasa menampilkan keunggulannya dengan memperoleh angka 5%, dari targetan 6%, dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebenarnya hal tersebut merupakan suatu hal yang lumrah. Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai macam fasilitas yang di berikan oleh Tuhan. Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai macam hal. Bahkan negara Indonesia di juluki dengan sebutan Zambrut Katulistiwa, yang berarti bahwa Indonesia merupakan ujung tombak dunia, Indonesia memiliki hutan yang benar-benar luas, kekayaan tambang yang begitu melimpah, di tambah hasil laut yang sangat memadai. Negara Indonesia juga di huni oleh banyak anak-anak pintar. Berbagai prestasi di torehkan oleh mereka untuk kebangkitan Indonesia, baik dalam bidang akademik, maupun non akademik. Saat ini , Indonesia juga sedang di lirik oleh para investor asing guna menanamkan banyak modalnya. Indonesia di lirik sebagai negara yang memiliki andil besar dalam perdagangan dunia. Indonesia juga di nilai memiliki banyak potensi yang luar biasa.
Tetapi, jika kita melihat Indonesia lebih dalam lagi. Pada tahun 2010 lalu Indonesia melakukan 20 pinjaman baru sejak januari hingga 30 juni 2010. Indonesia mulai berhutang lagi kepada badan-badan asing ,seperti Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Badan Pembangunan Prancis (AFD), dan The International Bank for Reconstruction and Development (IBRD).
Pada hakekatnya, jika pendapatan suatu negara lebih besar dari pada pengeluarannya, maka suatu negara sudah pasti akan mendapatkan untung dan tidak akan meminjam dana untuk menambal kekurangannya itu , tetapi kenyataannya berkata lain. Walaupun pemasukan Indonesia terbilang banyak, baik itu dari sektor real maupun non real, tetapi Indonesia juga melakukan banyak pengeluaran pada tahun 2010 lalu.
Indonesia telah mengeluarkan banyak anggaran untuk menutupi bunga yang belum terbayar,di tambah banyaknya pengeluaran yang terkesan tidak terlalu berguna, contohnya saja mengenai masalah pemilu kada yang menghabiskan dana lebih dari Rp.10 trilyun, atau mengenai gaji para pejabat pemerintah yang ditambah berkali-kali lipat. Berbagai macam masalah kejahatan, seperti masalah Gayus dan Bank Century, juga mempengaruhi pengeluaran uang Negara.
Bukan hanya itu, jika kita melihat dari sisi perdagangan internasional yang di lakukan Indonesia, walaupun banyak usaha yang telah di lakukan masyarakat dan pemerintah guna menaikan citra barang buatan Indonesia. Kegiatan pengeksporan yang dilakukan oleh Indonesia masih kalah jika kita bandingkan dengan pengimporannya, menurut Badan Pusat Statistik, walaupun kegiatan Ekspor pada November 2010 Meningkat 6,52 Persen, kegiatan Impor November 2010 masih lebih banyak dengan kenaikan 7,85 Persen. hal tersebut tentu sangat memukul beban para pengusaha lokal. Selain mereka harus menambah kerja keras dalam menghadapi pergolakan pasar bebas yang terjadi antara Indonesia dengan Cina dan negara ASEAN, pemerintah pada tahun 2011 ini malah menambah beban mereka dengan menaikkan Tarif Dasar Listrik yang lebih berdampak pada pengusaha-pengusaha lokal. Dengan semakin memburuknya kinerja eksportir pemerintah, hal tersebut membuat pendapatan Indonesia lebih kecil jika di bandingkan dengan pengeluarannya.
Tetapi, dari mana pendapatan-pendapatan yang begitu besar di terima oleh Indonesia? Jika kita melihat nilai kurs rupiah Indonesia saat ini, walaupun sudah menjadi lebih baik jika di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nilai tukar rupiah masih jauh jika di bandingkan dengan dollar. Hal tersebut membuat harga barang ekspor menjadi sangat murah, dan harga barang impor menjadi mahal. Jadi, pengeksporan dan pengimporan yang di lakukan oleh negara tidak berpengaruh terlalu besar terhadap pendapatan suatu negara.
Hal yang perlu kita kritisi sebenarnya adalah mengenai pajak. Pajak merupakan satu-satunya pemasukan yang dapat berpengaruh besar pada pendapatan suatu negara. . Tidaklah mengherankan jika suatu negara memungut pajak kepada rakyatnya. Tetapi, hal tersebut menjadi sebuah anomali jika pajak yang dipinta oleh suatu negara begitu besar, bahkan sampai mendominasi pendapatan suatu negara. Menurut Departemen Keuangan saja, jumlah pajak yang di pinta oleh pemerintah kepada rakyatnya pada tahun 2010 mencapai 742,7 trilyun Rupiah.
Pajak yang besar seharusnya berimbas pada infrastruktur yang baik. Tetapi kenyataannya infrastruktur di Indonesia tidak mengalami kemajuan. Pajak yang begitu besar juga berakibat buruk kepada mental masyarakat. Terutama kepada kaum kecil.Hal tersebut membuat bertambahnya jumlah kemiskinan di Indonesia yang mencapai angka 14,15 persen..
Akibat buruk tersebut seharusnya lebih diperhatikan oleh pemerintah. Walaupun Indonesia berhasil meraih peringkat ke-18 dalam peringkat PDB sedunia. Janganlah hal tersebut menjadi sebuah euforia bagi pemerintah. Pemerintah adalah pelayan bagi rakyatnya. Saat hak rakyat mulai terasa terambil, pemerintah seharusnya bersikap tegas pada hal-hal semacam itu
. Bukan malah mengagungagungkan keberhasilan Indonesia yang terlihat ambigu.
Minggu, 06 Februari 2011
Anomali Ekonomi
Diposting oleh The Luxury di 17.36 0 komentar
Label: Ekonomi
Kamis, 09 Juli 2009
Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pemimpin
Menjadi seorang pemimpin itu memang sulit, apalagi dalam sebuah organisasi.Tetapi, ada hal yang perlu kita lakukan untuk mengantisipasi hal tersebut.Hal tersebut adalah :
- Selalu berfikir ulang dalam mengambil keuputusan, Hal tersebut sangatlah diperlukan, karena setiap keputusan itu akan berpengaruh dalam eksistensi sebuah organisasi mendatang.
- Selalu memikirkan perasaan anggota. Anggota adalah salah satu bagian terpenting dalam suatu organisasi, karena tiddak mungkin terbentuk suatu organisasi bila tidak ada anggota.
- Bertanggung jawab pada keputusan yang diambil, segala keputusan pasti mempunyai risiko yang itu harus kita pertanggung jawabkan.
- Tepat waktu dalam melaksanakan suatu keputusan, Segala keputusan harus memiliki deadlinenya tersendiri, dan itu harus kita laksanakan sesuai waktunya.
-Menerima masukan dari orang lain, hal ini sangat penting karena setiap orang yang ada pada suatu organisasi kadang-kadang mempunyai prinsip yang berbeda dalam mengambil keputusan, dan itu harus kita terima karena mungkin saran orang lain itu lebih benar.
Diposting oleh The Luxury di 16.00 0 komentar
Label: Pemimpin
Kamis, 02 Juli 2009
Membagi Waktu Kamu Supaya Lebih Bermakna

Kadang-kadang sebagian besar orang berfikir, "mengapa segala hal yang kita lakukan kurang maksimal?", ada juga yang berfikir, "Mengapa selalu ada saja hal penting yang terlewat dilaksanakan?", itu disebabkan oleh pembagian waktu yang tidak terorganisir dengan baik, untuk itu di bawah ini tercantum berbagai cara yang Insyaallah akan membantu anda dalam memecahkan problematika yang rumit ini.

Membuat Agenda Tahunan, Bulanan , dan Mingguan
Hal ini sangat penting dilakukan, karena dengan begitu kita akan tahu apa yang akan kita laksanakan dan kita capai.
Cara-caranya adalah :
1) Buatlah agenda tersebut di mana saja, boleh dibuku, kertas, atau hal-hal lainnya asalkan tersimpan dengan aman dan kamu dapat mengambilnya kapan saja (usahakan berada dekat dengan tangan mu), buatlah skala prioritasnya.
2) Buatlah agenda tahunan terlebih dahulu, agenda tersebut berisi hal-hal yang akan kamu capai selama setahun ini, tetapi hal tersebut harus di tulis dengan jelas, dan bukan hal-hal yang tidak bisa kamu capai, buatlah skala prioritasnya.
3) Buatlah Agenda bulanan selama dua belas bulan yang berisi hal-hal yang akan dilaksanakan olehmu dan hal tersebut harus berhubungan dengan agenda tahunan, buatlah skala prioritasnya.
4) Bagilah setiap Agenda 1 bulanan tersebut dalam 4 minggu, dan agenda tersebut harus berhubungan dengan agenda bulanan dan tahunan.
5) Laksanakanlah setiap agenda tersebut dengan benar, karena bila tidak diaksanakan akan mempengaruhi agenda lainnya.
6) Berdisiplinlah dalam melaksanakan suatu agenda, dan laksanakanlah agenda tersebut sesuai dengan skala prioritas.
Membuat Skala Prioritas
Segala hal yang kita laksanakan itu berbeda-beda, ada yang sifatnya sangat penting, agak penting, dan kurang penting, hal tersebut perlu kita bagi dalam beberapa bagian yang kita sebut skala prioritas.
Skala pioritas ini adalah hal yang harus ditulis dalam semua agenda kamu, dari hal yang penting sampai yang kurang penting.
Caranya adalah, buatlah skala prioritas berdasarkan tingkat kepentingannya, misalkan, kita bagi skala prioritas dengan tiga bagian,
A : untuk hal yang harus dilaksanakan atau bersifat urgen
B : untuk hal yang sebaiknya dilaksanakan atau yang bersifat agak penting
C : untuk hal yang bisa dilaksanakan, atau hal yang bersifat kurang penting, dan hal ini biasa kita pakai untuk refresing.
Bagilah hal yang akan dilaksanakan dalam agenda tahunan, bulanan, dan mingguan anda dengan A,B,C misalkan, A1,A2,A3,dst... B1,B2,B3,dst... C1,C2,C3,dst...,Ingat, hal ini membutuhkan kedisiplinan kamu !!
Diposting oleh The Luxury di 15.20 0 komentar
Label: Waktu