
Tak terasa sebentar lagi SNMPTN 2011 akan segera diadakan. Para siswa dari setiap sekolah menengah masing-masing mempersiapkan bekal untuk lulus pada salah satu tes masuk perguruan tinggi tersebut. Mereka pun sudah mulai memilih perguruan tinggi mana yang nanti akan mereka masuki, baik itu PTN maupun PTS.
Pada tahun-tahun sebelumnya, jalur SNMPTN merupakan jalur yang sangat diminati oleh para siswa. Walaupun banyak terdapat saingan untuk merebut bangku perguruan tinggi negeri melewati jalur SNMPTN, jalur SNMPTN merupakan salah satu jalur dengan biaya yang relatif murah. Selain itu, lewat jalur SNMPTN siswa dapat memilih banyak jurusan dengan bebas sesuai keinginannya.
Tahun sekarang, SNMPTN tetap dijadikan idola bagi para siswa. Tetapi sayang, terdapat perbedaan biaya antara SNMPTN tahun sekarang dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, biaya masuk SNMPTN pada perguruan tinggi ternama relatif sama. Tetapi, pada tahun ini biaya masuk SNMPTN berbeda.
Pada tahun ini, perguruan tinggi negeri bebas menetapkan harga masuk bagi para siswa yang lulus SNMPTN. Hal tersebut sesuai UU No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) yang menyebutkan bahwa setiap PTN harus mengubah bentuk dan menyesuaikan tata kelolanya sebagai BHPP (Badan Hukum Pendidikan Pemerintah). Sehingga PTN-BHPP akan lebih memiliki hak otonom untuk mengatur biaya masuk perguruan tinggi.
Banyak perguruan tinggi ternama yang menetapkan harga masuk terlalu tinggi. Mungkin bagi siswa yang memiliki orang tua dengan harta lebih tidak akan bermasalah, tetapi bagaimana dengan siswa yang kurang mampu? tingginya biaya masuk PTN akan menyebabkan menyempitnya kesempatan masuk perguruan tinggi bagi siswa yang kurang mampu.
Tetapi, siapa yang paling dirugikan akibat kebijakan ini? Yang paling dirugikan ssebenarnya adalah siswa yang berada pada kelas menengah. Bagi siswa kurang mampu mereka dapat mengajukan beasiswa kepada perguruan tinggi. Bagaimana dengan siswa kelas menengah? Dengan pendapatan orang tuanya tentu mereka tidak mungkin membayar biaya masuk perguruan tinggi negeri yang mahal dan mereka tidak akan bisa mengajukan beasiswa karena dalam mengajukan beasiswa mereka harus menyertakan surat keterangan tidak mampu.
Akibatnya mahasiswa baru nanti akan terbagi dalam dua kelas. Yaitu kelas mahasiswa yang sangat mampu dan kelas mahasiswa yang tidak mampu. Kesenjangan sosial pun akhirnya menimpa mahasiswa. Mereka yang mampu rata-rata akan banyak bergaul dengan mereka yang mampu juga begitu pula sebaliknya.
Kesenjangan sosial dapat mengakibatkan turunnya produktifitas mahasiswa. Produktifitas mahasiswa ditentukan oleh keaktifan mahasiswa dalam menempuh berbagai kegiatan kampus, baik itu kegiatan akademik maupun non akademik. Mahasiswa yang seharusnya antara satu dengan yang lain saling bekerja sama malah terkotak-kotakkan oleh kelompok-kelompok. Mahasiswa pada kelas kurang mampu akan memilih mundur karena merasa mereka adalah minoritas, sedangkan mahasiswa yang sangat mampu akan mendominasi kegiatan kampus.
Sabtu, 05 Maret 2011
Dampak Mahalnya Biaya SNMPTN
Diposting oleh The Luxury di 04.22 0 komentar
Label: Sosial
Kamis, 17 Februari 2011
Orang Miskin Bisa Sekolah?

Pemerintahan yang di bawahi oleh Kabinet Indonesia Bersatu memiliki kewajiban untuk mensejahtrakan bangsanya, salah satunya dalam hal pendidikan. Untuk itu, Badan-badan pemerintah yang berkecimpung dalam bidang pendidikan berupaya membentuk berbagai aturan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Aturan-aturan yang di buat oleh pemerintah biasanya bertujuan untuk keluarga-keluarga yang memiliki pendapatan di bawah rata-rata. Selain berusaha menyamakan pendidikan pada semua warga Indonesia, aturan tersebut juga bertujuan sebagai hal baru dalam meningkatkan kesejahtraan warga Indonesia.Seperti yang tertuang dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal tersebut, maka Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.
Bidik Misi merupakan salah satu program yang di ajukan oleh dinas pendidikan.Program ini lebih di fokuskan pada warga Indonesia yang kurang mampu. Selain itu, beasiswa bidik misi memiliki banyak keunggulan jika di bandingkan dengan beasiswa yang pernah di lakukan oleh pemerintah, salah satunya bahwa beasiswa bidik misi mampu memenuhi kebutuhan seorang mahasiswa hingga ia lulus.
Tetapi, apakah setiap beasiswa yang menjadi program pemerintah tepat sasaran? menurut penulis sepertinya tidak. Hal tersebut didasari karena beasiswa bidik misi adalah beasiswa yang di berikan kepada banyak orang di Indonesia yang di bagi kepada berbagai perguruan tinggi. Faktanya, banyak perguruan tinggi yang hanya menyeleksi beasiswa bidik misi berdasarkan kepercayaan saja, tanpa perlu memeriksa keabsahan dokumen yang di berikan. Selain itu, pemerintah daerah hanya sedikit membantu dalam pengawasan beasiswa bidik misi, sehingga kinerja program ini di rasa kurang maksimal.
Penulis menilai banyak beasiswa di Indonesia salah sasaran. Orang tidak mampu yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang sama malah mereka harus bersabar dengan di rebutnya hak mereka.
Sebenarnya menurut penulis berpendapat bahwa terdapat 2 cara yang dapat menuntaskan permasalahan tersebut. 1. Perketat jalur seleksi beasiswa, 2. Pemerintah harus terus memantau kinerja universitas dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswanya.
Penulis berharap pemerintah dan universitas bekerja sama dalam menyeleksi pemohon beasiswa agar kejadian seperti tahun 2010 lalu tidak terulang lagi.
Diposting oleh The Luxury di 18.39 0 komentar
Label: Sosial
Rabu, 16 Februari 2011
V-DAY

Februari merupakan bulan yang di tunggu-tunggu bagi sebagian orang. Pada bulan tersebut ada suatu hari yang di jadikan hari yang spesial sebagai ajang pencurahan hati. Ya..Itulah hari Valentine yang di peringati setiap tanggal 14 februari. Pada waktu itu banyak manusia (khususnya kaum remaja) berbondong-bondong menemui orang yang di cintainya untuk memberikan hadiah kesayangan orang tersebut.
Pada hari valentine remaja seakan mabuk dengan indahnya cinta antara kaum hawa dan adam. Mereka dengan tidak malu lagi mempertontonkan rasa saling kasih sayang mereka di depan khalayak umum. Mereka juga dengan tidak segan-segan melanggar norma-norma asusila yang telah di atur.
Hari valentine sepertinya telah menyihir para remaja untuk melupakan keadaan sekitar. Remaja sengaja di set untuk memikirkan persoalan pribadinya saja. Padahal banyak berbagai masalah yang terjadi di belahan dunia ini. Remaja seakan di buat antipati saat hari valentine.
Sebenarnya Islam juga mewajibkan umatnya untuk saling berkasih sayang. Islam adalah agama yang cinta damai. Tetapi, Islam juga mewajibkan umatnya untuk tunduk di bawah aturan-aturan yang di tetapkan olehnya. Islam juga mengajarkan bagaimana cara berinteraksi dengan lawan jenis. Sebagaimana keterangan dalam ....
Tetapi, sebenarnya siapa yang dapat di salahkan atas kejadian ini semua? Kita tidak bisa hanya menyalahkan para pelaku tindakan itu. Banyak faktor yang dapat membuat mereka melakukan tindakan itu. Tetapi, yang seharusnya lebih kita kritisi adalah penyebab dari tindakan-tindakan tersebut. Lingkungan adalah faktor utama penyebab tindakan-tindakan asusila di Indonesia. Lingkungan juga berperan penting dalam membangun karakter seseorang. Lingkungan pada suatu tempat biasanya di kendalikan oleh sebuah sistem. Sistemlah yang membuat bagus tidaknya sebuah lingkungan. Berarti, akar permasalahan dari tindakan-tindakan tersebut adalah sistem. Sistemlah yang bertanggung jawab dalam menjaga para pengembannya.
Hal-hal tersebut sebenarnya wajar terjadi di Indonesia. Sebab, sistem yang di anut oleh Indonesia adalah sistem yang tidak bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya yaitu sistem Kapitalisme. Sistem kapitalismelah yang seharusnya bertanggung jawab atas semua tindakan yang terjadi.
Islam sendiri sebenarnya sudah mengatur perihal pertemuan antara lawan jenis. Islam juga mengatur bagaimana cara menghalau dampak peradaban barat yang masuk ke Indonesia. Jadi, akankah kita terus berharap pada sistem yang sudah jelas-jelas merugikan bangsa, atau kita berhijrah ke sistem yang InsyaAllah di ridha’i oleh Allah?
Diposting oleh The Luxury di 20.30 0 komentar
Label: Sosial
Minggu, 06 Februari 2011
Hak Yang Terambil

Jalan merupakan sarana umum. Jalan hendaknya di gunakan secara bersama-sama dengan tidak mengkastai pengguna jalan sehingga terlihat bahwa kebebasan dalam berkendara di jalan hanya milik orang-orang tertentu. Tetapi, faktanya terkadang keistimewaan jalan hanya di nikmati oleh kaum-kaum tertentu. Saat kebanyakan orang berusaha untuk mengantri untuk sampai ke tempat tujuan, ada beberapa orang yang hanya dengan membayar kepada pihak berwajib dapat berlalu-lalang di jalan dengan sesuka hati.
Terkadang mereka melanggar rambu-rambu lalu lintas agar mencapai tempat yang mereka tuju dengan singkat. Tentu saja perbuatan itu sangat tidak mengenakkkan, terutama bagi orang-orang yang di rugikan saat konvoi tersebut lewat. Tetapi, mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Jika kita menilik bahwa Indonesia adalah negara yang mengemban sistem demokrasi, demokrasi adalah sistem yang berusaha menjunjung tinggi martabat rakyat mayoritas. Bukan para pemilik modal yang karena mereka memiliki uang mereka dapat dengan sesuka hatinya memiliki fasilitas publik. Tetapi ternyata hal tersebut tidak berlaku di Indonesia, ternyata hal yang terjadi malah sebaliknya.
Jika kita flash back ke massa orde baru, saat pemerintahan Soeharto, saat itu beliau membuat aturan yang menegaskan bahwa segala bentuk pengistimewaan khususnya dalam bentuk pengamanan saat di jalan raya adalah hal yang di larang. Yang dapat melakukan hal itu hanyalah presiden dan wakil presiden. Tetapi, saat ini peraturan tersebut sepertinya tidak berlaku lagi di Indonesia. Pemerintah seakan melupakan praturan yang walaupun terlihat remeh, tetapi itu merupakan ciri dari masyarakat yang mengemban demokrasi.
Sebenarnya, hal tersebut hanya dapat terjadi pada masyarakat yang kurang sadar hukum, hal tersebut terjadi di karenakan ketidak seriusan pemerintah dalam menanggapi hal seperti ini.Dan hal tersebut merupakan dampak dari sistem demokrasi itu sendiri. Walaupun rakyat mayoritas yang di junjung tinggi oleh sistem demokrasi, sistem demokrasi juga menuntut kebebasan dalam memenuhi setiap hak asasi manusia tanpa koridor yang jelas. Sehingga efek yang di timbulkan terjadi seperti hal ini.
Sehingga setiap orang yang melakukan hal itu merasa bahwa hal tersebut bukanlah masalah yang akan di jerat hukum, sehingga membuat para pemilik modal dapat melakukan sesuatu dengan sekehendak hatinya. Seharusnya pemerintah lebih tegas kepada para pelaku hal tersebut , bukan hanya sekedar membuat aturan yang tidak di laksanakan, tetapi harus terdapat langkah real dalam menanggapi problem yang sudah mendarah daging di Indonesia ini.
Diposting oleh The Luxury di 18.31 0 komentar
Label: Sosial